Gorontalo, (ANTARA GORONTALO) - Penjabat Gubernur Gorontalo Zudan Arif Fakrulloh akan menyurati Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dan Kementerian Kesehatan, terkait rencana penambahan formasi dokter di daerah itu.
"Saya akan menyurat ke kementerian terkait, karena Gorontalo masih kekurangan ratusan dokter, baik dokter umum maupun spesialis," kata Zudan, Jumat.
Ia menambahkan, tahun ini saja diberikan 30 orang dokter sudah sangat bagus, karena memang pengangkatan dokter sangat kurang, karena daerah-daerah lain di Indonesia juga meminta dan mengeluhkan hal yang sama.
Selain itu, pihaknya juga akan meminta pihak Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti), untuk segera mengeluarkan izin Fakultas kedokteran di Universitas Negeri Gorontalo (UNG), yang sudah diurus sudah sejak lama.
"Ini intensif terus kita dorong, dan sudah dua kali bertemu dengan Kemenristekdikti dan sekali bertemu dengan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI)," ujar Zudan.
Menurutnya, ini akan menjadi prioritas, karena memang tenaga kesehatan dan sektor kesehatan menjadi program utama pemerintah selain pendidikan dan sektor lainya.
Dalam pertemuan dengan pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Gorontalo dan IDI Kabupaten serta kepala dinas kesehatan, terungkap bahwa Gorontalo masih kekurangan ratusan dokter, khususnya yang berada di wilayah pelosok dan sebagainya.
"Pemerintah akan terus berupaya mencarikan solusi mengisi kekosongan tersebut," tegas Zudan.
