Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan perdamaian dan stabilitas merupakan aset paling berharga bagi suatu negara, sekaligus menjadi prasyarat utama bagi pertumbuhan dan kemakmuran, dalam pidatonya pada World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis waktu setempat.
"Pada masa yang penuh ketidakpastian, masa ketika perang terus meletus, masa ketika kepercayaan antarnegara semakin rapuh, sejarah mengajarkan kita bahwa perdamaian dan stabilitas adalah aset paling berharga. Perdamaian dan stabilitas merupakan prasyarat utama bagi pertumbuhan dan kemakmuran. Tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian," ujar Prabowo.
Prabowo menyampaikan dunia saat ini menghadapi kondisi penuh tantangan, ditandai dengan terus terjadinya konflik serta melemahnya kepercayaan antarnegara, antarinstitusi, dan antarbangsa.
Dalam konteks tersebut, Presiden menekankan bahwa tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian, dan stabilitas menjadi fondasi penting bagi pembangunan ekonomi jangka panjang.
Dalam pidatonya, Presiden juga menyinggung penilaian Dana Moneter Internasional (IMF) yang menggambarkan Indonesia sebagai salah satu titik terang ekonomi global.
Penilaian tersebut didasarkan pada kinerja ekonomi Indonesia yang tetap kuat di tengah tekanan eksternal, termasuk ketegangan perdagangan, pengetatan kondisi keuangan global, serta ketidakpastian politik internasional.
Prabowo menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia mencatat pertumbuhan lebih dari 5 persen per tahun selama beberapa dekade terakhir.
Presiden optimis bahwa pertumbuhan ekonomi pada tahun berjalan akan lebih tinggi, dengan inflasi yang tetap terjaga di kisaran 2 persen serta defisit anggaran pemerintah yang berhasil ditekan di bawah 3 persen.
Menurut Presiden, pengakuan lembaga internasional terhadap ketahanan ekonomi Indonesia tidak didasarkan pada optimisme yang tidak berdasar, melainkan pada bukti kinerja ekonomi yang nyata.
Prabowo menilai kebijakan ekonomi nasional selama ini disusun dan dijalankan secara terkalibrasi.
Prabowo juga menegaskan bahwa perdamaian dan stabilitas yang terjaga di Indonesia selama bertahun-tahun tidak terjadi secara kebetulan maupun karena faktor keberuntungan.
Kondisi tersebut, menurut dia, merupakan hasil dari pilihan bangsa Indonesia untuk mengedepankan persatuan dibandingkan fragmentasi, serta persahabatan dan kolaborasi dibandingkan konfrontasi.
"Perdamaian dan stabilitas di Indonesia selama bertahun-tahun tidak terjadi secara kebetulan. Tidak pula terjadi karena keberuntungan. Itu terjadi karena kami, bangsa Indonesia, selalu dan akan terus memilih persatuan dibandingkan fragmentasi, persahabatan dan kolaborasi dibandingkan konfrontasi. Kredibilitas, sekali hilang, sangat mahal untuk dipulihkan," ucapnya.
World Economic Forum merupakan pertemuan tingkat dunia yang rutin digelar tiap tahun sejak 1971 di Davos, Swiss.
Forum ekonomi tersebut mempertemukan ahli, pakar, praktisi, ekonom, akademisi, dan pemimpin dunia dalam satu acara yang sama untuk berdialog membahas tantangan ekonomi masa kini dan proyeksi tantangan ekonomi ke depan.
World Economic Forum, selaku penyelenggara, merupakan organisasi non-pemerintah dan think tank yang berpusat di Cologny, Jenewa, Swiss.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prabowo pidato di WEF tegaskan perdamaian dan stabilitas aset berharga
