Istanbul (ANTARA) - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mungkin dapat memicu perang, namun tidak akan mampu mengendalikan bagaimana perang tersebut berakhir.
Ia menegaskan Teheran tetap terbuka untuk berunding, tetapi hanya jika perundingan itu sungguh-sungguh dan tidak dipaksakan dengan kekuatan.
“Kami siap untuk bernegosiasi,” kata Ghalibaf dalam wawancara dengan CNN, Rabu malam. Namun, ia menambahkan bahwa Iran tidak meyakini dialog semacam itu yang sebenarnya diinginkan oleh presiden AS.
Ghalibaf menuduh Washington merusak diplomasi dengan penggunaan kekuatan. Menurutnya, AS telah mengebom meja perundingan dua hari sebelum putaran ke-enam pembicaraan dengan Iran dijadwalkan berlangsung.
Ia menegaskan Iran tidak akan terlibat dalam perundingan tanpa manfaat nyata. Ghalibaf mengatakan selama kepentingan ekonomi rakyat Iran tidak dijamin, maka tidak akan ada perundingan. Ia juga menekankan bahwa Iran tidak menganggap 'mendikte' sebagai bentuk negosiasi.
Ghalibaf memperingatkan bahwa pembicaraan yang dilakukan di bawah tekanan militer justru akan memperburuk ketegangan. Menurutnya, perundingan dalam bayang-bayang perang hanya akan memicu eskalasi.
Ia juga menyatakan bahwa jika Trump menginginkan Hadiah Nobel Perdamaian, maka ia harus menjauhkan diri dari para penghasut perang dan pihak-pihak yang mendorong penyerahan diri di sekelilingnya.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Trump menyatakan bahwa armada militer besar tengah bergerak menuju Iran dan menyerukan agar Teheran kembali ke meja perundingan.
Para pejabat Iran menanggapi pernyataan itu dengan peringatan akan kemungkinan perang dan aksi balasan. Meski demikian, mereka kembali menegaskan bahwa Teheran tetap terbuka untuk perundingan selama dilakukan dengan syarat yang adil dan tanpa paksaan.
Iran juga tengah diguncang gelombang unjuk rasa sejak 28 Desember di Grand Bazaar Teheran, dipicu oleh anjloknya nilai tukar rial Iran serta memburuknya kondisi ekonomi. Aksi protes tersebut kemudian meluas ke sejumlah kota lain.
Pemerintah Iran menuduh AS dan Israel mendukung perusuh bersenjata guna menciptakan dalih bagi intervensi asing. Para pejabat Iran juga memperingatkan bahwa setiap serangan AS akan dibalas dengan respons yang cepat dan menyeluruh.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Iran: Trump dapat memicu perang, tapi hasil akhir bisa tak terkendali
