Teheran (ANTARA) -
Iran tidak berencana mengeluarkan dari negara itu material nuklir, termasuk uranium diperkaya tinggi, sebagai bagian dari kemungkinan kesepakatan dengan AS, menurut laporan kantor berita Iran ISNA pada Sabtu, mengutip sumber diplomatik yang mengetahui pembicaraan Iran-AS.
"Dalam negosiasi dengan AS, kami menekankan bahwa material nuklir tidak akan dikeluarkan dari negara ini," kata seorang sumber kepada kantor berita tersebut, ketika ditanya tentang kemungkinan ekspor, termasuk uranium yang diperkaya 60 persen.
Dia menambahkan bahwa perwakilan Rusia menyadari bahwa material tersebut tidak akan dikeluarkan.
Pada saat yang sama, sumber tersebut menambahkan bahwa Iran pasti akan mengurangi tingkat pengayaan, namun Teheran tidak akan menunjukkan "fleksibilitas" terkait pengayaan nol.
Pada 18 Februari, CEO perusahaan nuklir negara Rusia Rosatom, Alexey Likhachev, mengatakan Rosatom secara teknologi siap memindahkan uranium yang sangat diperkaya dari Iran, tetapi parameter pekerjaan itu akan ditentukan oleh pemimpin Iran.
Putaran kedua negosiasi Iran-AS terkait program nuklir Teheran berlangsung pada 17 Februari di Jenewa dengan mediasi Oman.
Setelah pembicaraan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengumumkan kemajuan dan mencatat bahwa Teheran dan Washington akan mengerjakan teks-teks yang dapat menjadi dasar dari potensi kesepakatan.
Sumber: Sputnik-OANA
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Iran tidak berencana hapus pengayaan uranium dari negara itu
