Gorontalo (ANTARA) - Badan Urusan Logistik (Bulog) Gorontalo menyebut stok beras di daerah itu, aman hingga tujuh bulan ke depan.
Kepala Bulog Gorontalo La Ode Sulaiman di Gorontalo, Minggu, mengatakan stok beras tersedia di gudang mencapai 4.000 ton.
"Masyarakat jangan khawatir, sebab stok beras aman sehingga dipastikan harga tetap stabil pasca lebaran Idul Fitri dan hingga tujuh bulan ke depan," kata dia.
Selain memastikan kecukupan stok beras di daerah itu, ia juga memastikan stok tersebut akan digunakan untuk bantuan pangan dalam rangka stabilisasi harga seperti yang baru saja dilakukan di wilayah Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.
Ia mengatakan bantuan pangan tersebut pengalokasian nya untuk bulan Februari dan Maret Tahun 2026.
"Kami sudah salurkan bantuan pangan tersebut pada 27 Maret kemarin," kata dia.
Secara keseluruhan bantuan pangan se Provinsi Gorontalo, akan disalurkan kepada 172.076 keluarga penerima manfaat (KPM).
Setiap keluarga akan menerima 20 kilogram (kg) beras dan empat liter minyak goreng.
Ia menjelaskan presiden melalui Badan Pangan Nasional menugaskan Bulog untuk menyalurkan bantuan pangan, berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat.
Penerima bantuan pangan menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dari Kementerian Sosial.
"Kami mengedepankan koordinasi dan kolaborasi dalam penyaluran bantuan untuk memastikan diterima masyarakat sesuai sasaran," katanya.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026