Kedua UKM tersebut adalah UKM Rahida dan UKM BMS.
Terpilihnya kedua UKM ini merupakan hasil seleksi yang diadakan oleh Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Setelah seleksi, kedua UKM tersebut juga didampingi untuk meningkatkan kualitas kemasan produk.
“ UKM ini merupakan hasil seleksi dari 10 UKM terundang. Setelah diadakan seleksi, terpilih dua UKM untuk mendapatkan fasilitasi kemasan serta pendampingan hingga ke pameran Indonesia Trade Expo di Jakarta,” jelas Kabid Perdagangan Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo Sujono Antule, Kamis.
Menurutnya kedua UKM pangan itu akan mendapatkan pendampingan terkait kemasan hingga siap mengikuti pameran di Jakarta.
“ Pendampingan akan sampai pada tahap ketiga oleh desainer khusus kemasan yang didatangkan oleh pihak Kementerian Perdagangan RI,” lanjutnya.
Perhatian pada kemasan produk UKM merupakan salah satu bentuk dukungan Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo untuk meningkatkan daya saing pelaku IKM/UKM di daerah, nasional, hingga internasional.
”Melalui pengembangan desain produk, kami ingin mendorong terciptanya produk dengan desain baru sebagai produk unggulan ekspor provinsi,” imbuhnya.
Sujono berharap adanya pendampingan kemasan itu menjadi sebuah pengetahuan yang baru bagi UKM, untuk peningkatan daya saing produk yg berorentasi ekspor.
Dari data Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo, hingga Tahun 2017 terdapat 6.740 UKM pangan se Provinsi Gorontalo.
Pewarta: Debby H. ManoEditor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026