"Anggarannya telah tersedia, sehingga tidak ada alasan lagi kegiatan normalisasi yang telah direncanakan di Tahun Anggaran 2022 ini tidak terealisasi," kata Anggota Komisi II DPRD Gorontalo Utara, Lukum Diko di Gorontalo, Jumat.
Ia mengaku, melalui pokok-pokok pikiran sebagai Anggota DPRD, telah memastikan program pengerukan sedimen di Sungai Ilangata dan Tolango Kecamatan Anggrek, dengan total nilai mencapai Rp400 juta untuk segera dilaksanakan tahun 2022 ini.
Hal itu dilakukan dalam upaya penanggulangan bencana banjir yang terus melanda desa-desa di daerah aliran sungai tersebut.
"Masyarakat kelelahan saat banjir melanda. Mereka tidak hanya harus menyelamatkan harta bendanya, namun wajib membersihkan rumah dan lingkungan sekitar setelah banjir. Olehnya persoalan banjir harus ditangani dengan cepat agar masyarakat tidak bosan," katanya.
Ia berharap, pemerintah daerah segera mengurus perizinan pemanfaatan areal hutan bakau (mangrove) yang ada di muara Sungai Ilangata dan Sungai Monano.
Mengingat kegiatan normalisasi sungai terkendala dengan adanya areal hutan tersebut, sehingga kegiatan di lokasi itu wajib disertai dengan izin pemanfaatan.
"Saya berharap pemerintah daerah segera mengurus perizinan tersebut agar percepatan program normalisasi sungai segera terwujud," katanya.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.