Gorontalo (ANTARA) - Polda Gorontalo menggelar diskusi mengenai dampak penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu.
Kegiatan itu menghadirkan perwakilan mahasiswa, serikat pekerja, Pertamina, Pemerintah Daerah, nelayan, komunitas ojek daring, pedagang pasar, TNI, dan pengemudi becak motor serta akademisi.
Kapolda Gorontalo Irjen Polisi, Helmy Santika mengatakan, diskusi itu dilakukan untuk menyamakan persepsi dan mencari solusi dalam mengantisipasi dampak penyesuaian harga BBM di daerah itu.
Menurutnya, saat ini pemerintah telah melakukan penyesuaian harga BBM jenis pertalite dan solar untuk mengurangi jumlah subsidi yang diberikan kepada dua jenis BBM itu.
"Tujuannya adalah untuk bisa secara lebih mendalam mengetahui apa sih yang menjadi faktor penyebab dan lain sebagainya," ucap Kapolda.
Diskusi itu juga kata dia, sebagai wujud kepedulian Polri, bahwa di tengah situasi seperti ini yang paling penting adalah menjaga persatuan dan kesatuan.
"Menyampaikan pendapat boleh, tapi harus dilakukan secara tertib sopan mematuhi peraturan peraturan yang ada," kata dia.
Kapolda mengungkapkan, sebelum dilakukan penyesuaian harga, subsidi yang diberikan sangatlah tinggi sehingga membebani anggaran negara, karena yang seharusnya anggaran subsidi tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan pembangunan di berbagai bidang.
Seperti peningkatan mutu kesehatan dan pendidikan serta program pengentasan kemiskinan maupun bidang lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat.
