Gorontalo (ANTARA) - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo Dedy Dunggio mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mempromosikan objek wisata yang ada di daerah itu.
"Peran kita di sektor pariwisata sangat penting. Di era digital saat ini, kita dapat membantu pemerintah daerah untuk ikut mempromosikan objek wisata yang dimiliki agar menarik minat kunjungan wisata," kata Dedy di Gorontalo, Kamis.
Menurutnya peran tersebut dapat dengan mudah dilakukan, salah satunya dengan memanfaatkan akun media sosial yang dimiliki.
Kita semua (masyarakat) kata Dedy, bisa ikut mengunggah objek wisata yang dimiliki, melalui platform media sosial masing-masing. Apalagi objek wisata di daerah itu, beragam dan tersebar di 11 kecamatan.
"Saya mengajak dan mendorong masyarakat untuk ikut mempopulerkan objek wisata yang dimiliki agar lebih dikenal luas, bahkan populer se nusantara. Dampaknya diharapkan meningkatkan kunjungan wisata yang potensial menjadi sumber penerimaan yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD)," katanya.
Seperti objek wisata terbang layang yang ada di Desa Dunu, Kecamatan Monano.
Objek wisata tersebut ternyata mulai menyedot perhatian nusantara, bahkan dunia.
"Saya terkesima, banyak instruktur yang datang melakukan terbang layang dari Puncak Dunu. Saya berharap kita memberi dukungan dengan ikut mempopulerkan melalui media sosial," kata Dedy.
DPRD turut memberi perhatian pada peningkatan PAD melalui sektor pariwisata.
"Jika PAD meningkat, maka dapat membiayai belanja publik yang sangat diperlukan masyarakat. Saya berharap kita semua turut memberi peran tersebut, dalam upaya memajukan daerah melalui potensi pariwisata yang dimiliki," katanya pula.
Kepala Desa Dunu Indriyani Kulupani mengatakan harapannya terhadap perhatian pemerintah daerah maupun pusat, dalam meningkatkan sarana olahraga terbang layang (paralayang), sebagai potensi wisata unggulan di desa tersebut.
"Kita memerlukan dukungan untuk pengembangan wisata olahraga ini. Baik sarana dan prasarana seperti pengadaan parasut solo dan tandem, termasuk pelatihan pilot lokal dari desa," katanya.
Beberapa pilot profesional datang dari luar daerah, seperti Manado, Sulawesi Utara.
"Jika kita bisa melatih pilot lokal desa, maka objek wisata ini dapat dibuka setiap saat tanpa harus menunggu untuk mendatangkan pilot tandem dari luar daerah," kata Indriyani.
Olahraga terbang layang dipadu dengan keindahan alam Desa Dunu dari berbagai penjuru, diyakini menjadi nilai jual tinggi untuk menarik kunjungan wisata desa itu, untuk kemajuan pariwisata daerah.
"Kami memerlukan dukungan dalam meningkatkan pengelolaan pariwisata di garda terdepan pemerintah," kata Indriyani.
