Kabupaten Gorontalo (ANTARA) - Mahasiswa KKN Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memanfaatkan jantung pisang menjadi solusi pangan lokal untuk konsumsi warga di Desa Tinelo, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Hal tersebut dilakukan dengan memberikan pelatihan pemanfaatan jantung pisang yang didasarkan pada hasil observasi seiring banyaknya pohon pisang tumbuh di wilayah desa itu.
Koordinator Desa KKN Tinelo Gabriel Matthew, Jumat, mengatakan potensi tersebut dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kemandirian dan perekonomian masyarakat.
“Kami ingin masyarakat bisa memanfaatkan jantung pisang dengan cara baru agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi," ucapnya.
Pada kegiatan pelatihan itu, mahasiswa KKN menyiapkan delapan jantung pisang beserta peralatan memasak dan melibatkan masyarakat desa.
Mereka menghadirkan narasumber yang menjelaskan cara inovatif mengolah jantung pisang hingga menghasilkan cita rasa seperti daging. Respons masyarakat pun dinilai positif.
"Masyarakat cukup terkejut ternyata jantung pisang bisa diolah menjadi makanan dengan rasa yang seperti daging sapi. Setelah praktik dan mencicipi hasilnya, masyarakat sangat antusias," ujar Gabriel.
Dosen pembimbing lapangan Tirtawaty Abdjul berharap hasil pelatihan tersebut tidak berhenti pada kegiatan semata, tetapi dapat menjadi peluang ekonomi baru bagi warga Tinelo.
"Harapan kami, ibu-ibu dan bapak-bapak bisa menjadikan olahan jantung pisang ini sebagai produk bernilai jual, bukan hanya sebatas sayuran biasa. Dengan begitu, perekonomian keluarga dan desa dapat terbantu," jelas dia.
