Gorontalo (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo melakukan evaluasi pelaksanaan fasilitasi pendidikan anti narkoba pada keluarga di Kecamatan Dumbo Raya dan Leato Utara, Kota Gorontalo, Jumat.
"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari workshop pelaksanaan fasilitasi pendidikan anti narkoba pada keluarga yang telah kita laksanakan sebelumnya," ucap Kepala BNNP Gorontalo Sri Bardiyati.
Ia menjelaskan, melalui evaluasi tersebut pihaknya ingin mengetahui sejauh mana program yang telah dirancang dapat berjalan, apa saja yang sudah dicapai, kendala yang ditemui, dan langkah apa yang perlu diperkuat ke depan.
"Peran keluarga dalam pencegahan narkoba sangat penting, karena keluarga adalah benteng pertama yang melindungi anak-anak kita dari bahaya penyalahgunaan narkoba," ujar dia.
Sri mengatakan, tanpa ketahanan keluarga yang kuat, upaya pencegahan akan sulit berhasil. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, aparat keamanan, tenaga kesehatan, PKK, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.
"Saya berharap dari rapat evaluasi ini akan lahir rekomendasi yang konstruktif dan realistis, yang dapat memperkuat gerakan bersama melawan narkoba, khususnya di wilayah Dumbo Raya dan Kelurahan Leato Utara," harap dia.
Rapat evaluasi tersebut dihadiri Kesbangpol Kota Gorontalo, Camat Dumbo Raya, Lurah Leato Utara, Ketua PKK Dumbo Raya dan Leato Utara, Kepala Puskesmas Dumbo Raya, Kasi Trantib, tokoh masyarakat, tokoh agama, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta rema muda Leato Utara.
"Mari kita terus bergandengan tangan dalam perang melawan narkoba. Jangan pernah lelah, jangan pernah menyerah, karena ini adalah perjuangan untuk generasi kita, untuk masa depan bangsa kita," pungkas Sri.
