Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah mulai memperluas Bandara Djalaluddin Gorontalo di Isimu, Kabupaten Gorontalo untuk mewujudkan cita-cita daerah itu menjadi embarkasi haji penuh.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail di Gorontalo, Sabtu, mengatakan pelan tapi pasti cita-cita tersebut mulai nyata diwujudkan.
Langkah pertama dan paling fundamental yakni perluasan Bandara Djalaluddin yang ditandai dengan peletakan batu pertama.
"Sudah belasan tahun embarkasi haji penuh menjadi impian warga Gorontalo. Sudah tiga gubernur dan tiga penjabat gubernur berganti namun belum tampak nyata. Perluasan Bandara Djalaluddin membuka harapan agar cita-cita itu segera terwujud," kata Gusnar.
Ia menyebut ada dua pekerjaan utama yang akan dilakukan yakni perluasan apron dan pembuatan taxiway Bandara Djalaluddin.
Dana Rp40 miliar dari pemerintah pusat berhasil diperjuangkan untuk Gorontalo.
“Saya berdiri di sini teringat satu tahun yang lalu ketika saya menandatangani surat pertama saat menjadi gubernur, yaitu menyangkut keberangkatan jamaah haji melalui bandara haji antara, ketika selesai retret, pas satu Ramadhan saya berniat harus menandatangani surat yang pertama yang berhubungan dengan haji agar supaya embarkasi haji ini bisa terwujud dan Alhamdulillah kita menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan embarkasi haji penuh Gorontalo," kata Gusnar.
Perluasan apron atau pelataran pesawat ini memungkinkan pesawat berbadan lebar atau jenis Boeing 777 dengan kapasitas 415 penumpang dapat mendarat di Gorontalo. Pembangunan ini menggunakan anggaran dari Kementerian Perhubungan sebesar Rp40 miliar.
Disamping perluasan apron dan pembuatan taxiway, kelanjutan pembangunan pada tahun 2027 meliputi pekerjaan pelapisan landasan pacu (runway) dengan panjang 2.500×45 meter dengan tebal 10 cm, perluasan turning pad dan optimalisasi alat bantu pendaratan visual. Ditargetkan bandara ini akan beroperasi paling lambat tahun 2028.
“Persiapannya sudah selesai dan untuk tahun ini kita akan memulai tahap satu yaitu pembangunan perluasan apron dengan anggaran Rp40 miliar," kata Gusnar
Ia pun menanggapi beberapa tanggapan kritis di antaranya terkait penggunaan Bandara Djalaluddin saat menjadi bandara embarkasi haji penuh yang hanya beroperasi sekali pada saat musim haji.
Menurut dia saat bandara ini beroperasi untuk embarkasi haji penuh, maka jumlah masyarakat yang melaksanakan umrah diperkirakan akan mengalami peningkatan.
“Masyarakat Gorontalo yang berangkat umrah tahun 2024 itu sekitar 3.000 hingga 4.000, tapi mereka berangkat dari Makassar atau Jakarta. Saya yakin dan percaya kalau ini jadi embarkasi haji, maka sekaligus ini menjadi embarkasi umrah. Jadi orang akan berangkat di sini dan meningkat. Dampaknya akan menggerakkan perekonomian kita” kata Gusnar.
