Gorontalo (ANTARA) - Jajaran terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo, mulai melaksanakan instruksi Gubernur Gusnar Ismail, untuk memantau ketersediaan stok pangan dan bahan bakar selama bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026.
“Sepanjang Ramadan dan Idul Fitri ini, tolong untuk teman-teman pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait memantau intensif khusus komoditas yang rawan seperti elpiji, Bahan Bakar Minyak (BBM), beras, minyak kelapa dan lainnya. Tolong dipelajari terus rantai pasok nya, kalo bisa itu kita amankan agar tidak terjadi kekosongan stok yang bisa memicu kenaikan harga,” kata Gusnar.
Ia juga meminta agar segera mengambil langkah antisipasi terkait pelaksanaan tradisi malam pasang lampu 'Tumbilotohe' mendatang.
Hal yang ia titik beratkan berkaitan dengan lokasi pelaksanaan secara tradisional yang menggunakan lampu botol. Tentu hal tersebut berkaitan dengan penggunaan bahan bakar.
Gubernur meminta agar dalam penyelenggaraannya, Pemprov dapat mengambil andil.
"Untuk tradisi Tumbilotohe, kalau bisa kita backup penyelenggaraannya di titik-titik yang tradisional, tapi permasalahannya terkait dengan penyediaan minyak tanah, untuk hal ini kita lihat perkembangannya ke depan,” katanya.
Ia juga memerintahkan agar mempercepat proses jadwal pengadaan barang dan jasa. Sebelum Idul Fitri, ditargetkan agar tahapan nya sudah selesai.
Pemprov telah menggelar rapat Evaluasi Penyerapan Anggaran APBD tahun anggaran 2026.
Terdapat delapan OPD yang melampaui realisasi fisik dan keuangan pada bulan Februari 2026. Sedangkan 25 OPD lainnya belum mencapai atau melampaui target.
Hal ini diakibatkan adanya penyesuaian kembali beberapa Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pasca pelantikan dan belum diterimanya tambahan penghasilan pegawai (TPP) oleh para aparatur sipil negara (ASN) pada bulan Februari.
