Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan melalui keterangan di Jakarta, Rabu, menegaskan upaya ini merupakan komitmennya untuk mengawal para santri menjadi bagian pelaku sejarah di Indonesia.
"Komitmen Baznas untuk mempersiapkan para santri menjadi bagian pemimpin masa depan Indonesia, terutama ketika kita akan memasuki Indonesia Emas 2045," katanya.
Saidah juga mengungkapkan beasiswa santri tidak hanya difokuskan kepada santri yang ingin menuntut ilmu di bidang agama, melainkan juga ilmu-ilmu umum, di kampus-kampus negeri di Indonesia.
"Besar dukungan Baznas terhadap santri terutama santri dalam jurusan Scientific, Technology, Engineering, Mathematic (STEM)," ucapnya.
Ia menyebut pihaknya menginginkan agar para santri yang mendapatkan beasiswa bisa menjadi teknokrat untuk masa depan Indonesia.
Di samping itu, kata Saidah, apabila santri tidak melanjutkan pendidikannya, Baznas juga memberikan program entrepreneur untuk para santri sehingga dapat menebarkan kemaslahatan di sekitarnya.
Sementara, Ketua Baznas RI Noor Achmad berharap agar para santri memanfaatkan program ini sebagai jalan untuk pengembangan diri.
"Kita tunggu bagaimana peran santri ke depan. Ke depan adalah sebuah pertarungan ilmu, sehingga dengan demikian adalah apa yang dilakukan sekarang adalah jihad fisabilillah, fil ‘ilmi (jihad di jalan Allah untuk menuntut ilmu)," tutur Noor Achmad.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Lebih dari 19.000 santri Indonesia terima beasiswa Baznas sejak 2021
Pewarta: Sean Filo MuhamadEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.