Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo atau yang disapa Tiko mengatakan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk Agrinas masih diproses.
"Lagi proses, Agrians Palma, Agrinas Pangan, Jaladri, lagi diproses," ujar Tiko di Jakarta, Senin.
Namun demikian, Tiko belum bisa memberikan informasi terkait dengan berapa PNM yang akan diterima oleh tiga perusahaan Agrinas tersebut.
"Belum," katanya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan rencana pemerintah memberikan PMN kepada BUMN Agrinas sudah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
"Di dalam APBN itu ada below the line, yaitu pembiayaan untuk investasi. Kami menyiapkan di dalam APBN below the line sampai dengan Rp8 triliun," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers, dikutip di Jakarta, Rabu (19/3).
Menkeu meminta narasi mengenai PMN kepada Agrinas tidak dibungkus seolah pendanaan itu merupakan anggaran baru. Hanya saja, kata dia, saat penyusunan APBN belum ditentukan BUMN mana yang akan menerima pembiayaan investasi itu.
"Agrinas itu adalah BUMN baru yang dibentuk berdasarkan BUMN sebelumnya. Jadi, prosesnya sekarang Agrinas oleh Kementerian BUMN akan menyampaikan kepada DPR untuk kemudian proses PMN-nya bisa dilaksanakan," katanya.
Juru Bicara (Jubir) Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Putri Violla mengatakan transisi tiga perusahaan pelat merah karya menjadi Agrinas merupakan upaya untuk menguatkan sektor pangan.
Putri menjelaskan bahwa BUMN Karya membutuhkan restrukturisasi. Kementerian BUMN melihat ada peluang untuk menguatkan sektor pangan.
Ketiga BUMN Karya yang akan menjadi Agrinas adalah Virama Karya menjadi PT Agrinas Jaladri Nusantara, Yodya Karya menjadi PT Agrinas Pangan Nusantara, dan Indra Karya menjadi PT Agrinas Palma Nusantara.
Putri mengatakan pemindahan tiga perusahaan tersebut masih dalam proses, sehingga belum ditentukan untuk pembentukan holding.
Menurut dia, transisi ini tidak bisa berjalan dengan cepat karena ada berbagai proses yang harus diselesaikan.
"Kalau untuk holding segala macam, sampai saat ini belum ada info. Karena memang lagi proses, karena peralihan segala macam, itu kan nggak cepat, yang dua ini terutama Yodya dan Virama," katanya.
Ketiga Agrinas tersebut, lanjut Putri, juga akan masuk ke Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamen BUMN Tiko sebut PMN untuk Agrinas masih proses