Gorontalo (ANTARA) - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Gorontalo mencatat 3.037 pelanggar lalu lintas terjaring dalam Operasi Zebra Otanaha 2025 yang digelar selama dua pekan di Provinsi Gorontalo.
Direktur Lalu Lintas Polda Gorontalo Kombes Pol. Lukman Cahyono di Gorontalo, Selasa mengatakan angka tersebut merupakan akumulasi penindakan di Polres jajaran maupun Polda selama pelaksanaan Operasi Zebra Otanaha 2025.
"Dari jumlah 3.037 itu, 1.966 diantaranya adalah teguran, kemudian tilang manual sebanyak 436, serta tilang menggunakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sejumlah 646 pelanggar," ucap Kombes Pol. Lukman.
Jika dibandingkan dengan tahun 2024, jumlah pelanggar yang dilakukan penindakan memang mengalami peningkatan, pada tahun 2024 tercatat berjumlah 2.720 pelanggar, sementara tahun 2025 ini tercatat 3.037 pelanggar.
Menurut dia, meskipun kenaikannya hanya di kisaran 12 persen atau sekitar 317 pelanggar, akan tetapi hal itu berbanding lurus dengan peningkatan jumlah kendaraan.
Selain meningkatnya jumlah kendaraan setiap tahun, ada juga faktor lain yaitu tidak bertambahnya panjang jalan secara signifikan, sehingga jalan raya semakin padat dengan kendaraan.
Dalam pelaksanaan Operasi Zebra Otanaha 2025 ini, jajaran Ditlantas Polda Gorontalo dan Polres jajaran lebih mengedepankan sikap humanis berupa teguran simpatik, penyampaian sosialisasi ketertiban dan keselamatan lalu lintas.
Jika pelanggaran yang dilakukan hanya bersifat ringan, maka anggota hanya memberikan teguran secara simpatik agar pengendara bisa menyadari bahwa betapa pentingnya kepatuhan lalu lintas demi keselamatan berkendara.
Disamping penindakan, dalam Operasi Zebra Otanaha 2025 ini personel Ditlantas juga melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi tentang ketertiban lalu lintas di sekolah-sekolah, komunitas, kampus dan perusahaan swasta, serta pengamanan dan pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan terjadi kecelakaan.
"Kami senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menyampaikan edukasi tentang pentingnya mematuhi lalu lintas demi keselamatan bersama, dan tentunya dilakukan dengan cara-cara yang humanis," imbuhnya.
