Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meminta tambahan jadwal penerbangan untuk menghadapi pelaksanaan Pekan Nasional Petani dan Nelayan (PENAS) XVII Tahun 2026 pada Juni mendatang di Limboto, Kabupaten Gorontalo.
"Kami sangat mengharapkan dukungan pihak Kementerian Perhubungan RI untuk penyediaan layanan transportasi. Khususnya meminta tambahan jadwal penerbangan ke Gorontalo jelang PENAS pada Juni nanti," kata Gusnar dari Jakarta, Rabu.
Selain itu, penambahan kendaraan bus untuk mendukung kelancaran PENAS pun sangat diperlukan.
"Saya mengutarakan hal itu pada pertemuan dengan Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, yang didampingi oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman Laisa dan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Mas’ud," kata Gusnar.
Menurutnya, Provinsi Gorontalo ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan PENAS XVII yang akan berlangsung pada 20 - 25 Juni 2026 dan direncanakan akan dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto.
Berdasarkan data, PENAS XVII akan dihadiri oleh kontingen dari 38 provinsi dengan jumlah peserta kurang lebih 30.000 orang.
Peserta akan menginap di rumah penduduk dengan radius kurang lebih tujuh kilometer dari pusat kegiatan.
“Kami bermohon kepada Menteri Perhubungan untuk dukungan layanan kendaraan bus sejumlah 40 unit untuk melayani para peserta dari pemondokan ke lokasi kegiatan. Termasuk dukungan untuk penambahan jadwal penerbangan dari dan ke Gorontalo, untuk melayani penerbangan para peserta dari berbagai daerah,” katanya.
Ia mengatakan permohonan tersebut mendapat respon baik dari Menhub RI.
Menhub menginstruksikan Direktorat Perhubungan Darat untuk mendatangkan bus dari daerah terdekat jika di Gorontalo tidak mencukupi.
Sementara untuk penambahan penerbangan, Menhub menugaskan kepada Direktur Jenderal Perhubungan Udara untuk menyampaikan kepada seluruh maskapai agar menyukseskan PENAS XVII di Gorontalo.
Hadir mendampingi Gubernur Gusnar Ismail pada pertemuan itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Gorontalo Jamal Nganro, Kepala Dinas Perhubungan Sagita Wartabone, serta Staf Khusus Bidang Infrastruktur dan Pariwisata Bonny Ointu.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gorontalo minta tambahan jadwal penerbangan hadapi PENAS
