Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meminta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di daerah itu untuk fokus menekan lonjakan penduduk.

"Peran BKKBN khususnya Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) adalah menurunkan tengkes, kemiskinan, mengatasi angka putus sekolah yang tinggi, serta yang paling prioritas yaitu menekan angka kesuburan yang tinggi atau fertility rate," kata Gubernur Gusnar Ismail pada  forum Rapat Koordinasi Daerah Bangga Kencana di Gorontalo, Senin.

Menurut dia, angka kesuburan yang tinggi saat ini perlu menjadi perhatian BKKBN untuk menekan lonjakan penduduk. Saya berharap BKKBN tetap fokus pada program yang dulu pernah sukses di zaman Orde Baru tersebut, selain tentunya melaksanakan program peningkatan kualitas keluarga.

Ia juga meminta PLKB ikut menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 yang dimulai Mei ini.

Menurutnya eksistensi PLKB yang dekat dengan warga menjadi penting untuk menyosialisasikan pendataan serentak tersebut.

“Saya mengharapkan PLKB juga harus bertindak aktif, bekerja aktif untuk menyosialisasikan ini. Sosialisasi dalam pengertian memberi tahu kepada masyarakat semuanya, ketika petugas sensus datang, sampaikan apa adanya,” kata Gusnar.

Menurutnya Sensus Ekonomi 2026 menjadi sangat penting untuk memotret perasaan, pikiran dan kondisi warga.

Data tersebut akan menjadi landasan pemerintah mengambil kebijakan untuk mengatasi masalah.

Sensus Ekonomi 2026 dimulai 1 Mei hingga 31 Agustus dengan pengisian kuesioner secara daring (online). Tanggal 15 Juni hingga 31 Agustus akan dilakukan pendataan lapangan dari rumah ke rumah.

“Oleh karena itu, saya meminta kepada kita semua dan khususnya kepada keluarga besar BKKBN untuk menjadikan ini juga sebagai bahan penyuluhan sosialisasi di tengah-tengah masyarakat,” katanya.



Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026