Kepala BPS Provinsi Gorontalo Ihsanurijal, Selasa, mengatakan laju inflasi tahun kalender 2014 sebesar 0,22 persen dan inflasi "year on year" (Mei 2014 terhadap Mei 2013) sebesar 5,78 persen.
"Deflasi Kota Gorontalo terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 2,12 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,02 persen," katanya.
Sedangkan kenaikan indeks terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,44 persen, perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,07 persen, sandang sebesar 0,30 persen, kesehatan sebesar 0,60 persen, serta transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,09 persen.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama bulan Mei 2014 antara lain tepung terigu, ayam hidup, bandeng, cumi-cumi, ikan kembung, ikan asin, susu bubuk, susu kental manis, telur ayam ras, kangkung, kentang, sawi hijau.
Komoditas yang mengalami penurunan harga selama bulan Mei 2014 antara lain daging ayam ras, tuna, cakalang asap, bayam, daun bawang, jeruk, nanas, pepaya, kecap, cabai rawit, kelapa, minyak goreng, dan gula pasir.
Pada bulan Mei 2014 masing-masing kelompok komoditas yang memberikan andil yakni bahan makanan -0,4827 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,0701 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,0163 persen.
Sementara kelompok sandang 0,0150 persen, kelompok kesehatan 0,0251 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga -0,0007 persen, dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,0181 persen.
Dari 82 kota inflasi, 67 kota mengalami inflasi dan 15 kota mengalami deflasi.
Inflasi bulanan tertinggi pada Mei 2014 terjadi di Pematang Siantar sebesar 1,61 persen dan deflasi terbesar terjadi di Pangkal Pinang sebesar 1,27 persen. Kota Gorontalo menempati urutan inflasi ke-77.
Pewarta: Debby Hariyanti ManoEditor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.