Gorontalo (ANTARA) - Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Gorontalo menggelar wisuda Sekolah Lansia dalam rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 di Kota Gorontalo.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo Diano Tino Tandjaju di Gorontalo, Minggu, mengatakan pelaksanaan program Lansia Berdaya (SIDAYA) telah mencetak ratusan lulusan dari Sekolah Lansia di Gorontalo.
"Hari ini kami mewisuda 215 peserta lansia yang telah mengikuti proses pembelajaran dalam program Bina Keluarga Lansia (BKL) dan Sekolah Lansia," ucap dia.
Saat ini, kata Diano, terdapat 581 kelompok BKL yang tersebar di enam kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo. Pada tahun 2025, enam Sekolah Lansia secara resmi melaksanakan wisuda.
Ia mendorong partisipasi aktif pemerintah Kecamatan dan Desa dalam memperluas jangkauan program tersebut dan berharap para camat dan kepala desa dapat memberikan kontribusi dengan membentuk sekolah lansia baru di wilayah masing-masing agar lebih banyak lansia yang merasakan manfaatnya.
Prosesi wisuda ditandai secara simbolis oleh Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN RI Nopian Andusti, yang melakukan pemindahan tali toga kepada seluruh wisudawan. Pemindahan tali toga tersebut menjadi simbol resmi kelulusan dan bentuk penghargaan atas ketekunan para lansia dalam menyelesaikan masa pembelajaran mereka.
"Sekolah Lansia bukan sekadar ruang belajar, tetapi ruang pemberdayaan dan pengakuan. Pemindahan tali toga hari ini adalah simbol bahwa para lansia tetap mampu berkembang, belajar, dan menjadi inspirasi," ujar Nopian.
Ia memberikan apresiasi kepada para fasilitator, kader, dan mitra kerja yang telah berkontribusi dalam keberhasilan pelaksanaan Sekolah Lansia di Provinsi Gorontalo.
