Gorontalo (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat luas panen padi di daerah itu pada 2025 mencapai 53,90 ribu hektare atau mengalami kenaikan sebesar 6,94 ribu hektare atau 14,79 persen dibandingkan luas panen padi di 2024 yang sebesar 46,95 ribu hektare.
"Berdasarkan hasil survei kerangka sampel area (KSA), realisasi luas panen padi sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 53,90 ribu hektare, atau mengalami kenaikan sebesar 6,94 ribu hektare dibandingkan 2024 yang sebesar 46,95 ribu hektare," ucap Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Gorontalo Dwi Alwi Astuti di Gorontalo, Selasa.
Ia mengatakan, puncak panen padi pada 2025 mengalami pergeseran ke bulan Maret, dari sebelumnya terjadi pada September 2024. Luas panen padi pada Maret 2025 adalah sebesar 8,57 ribu hektare, sedangkan pada September 2024 luas panen padi mencapai 11,49 ribu hektare.
"Sementara itu, potensi luas panen padi pada Januari − Maret 2026 diperkirakan mencapai 17,05 ribu hektare, atau mengalami penurunan sekitar 2,56 ribu hektare dibandingkan luas panen padi pada Januari − Maret 2025 yang sebesar 19,61 ribu hektare," ujar Dwi.
Untuk produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) kata Dwi, pada 2025 mencapai 333,73 ribu ton GKP, mengalami kenaikan sebanyak 54,96 ribu ton GKP atau 19,72 persen dibandingkan produksi padi GKP di 2024 yang sebanyak 278,76 ribu ton GKP.
Produksi padi pada 2025 yaitu sebanyak 281,17 ribu ton GKG, mengalami kenaikan sebanyak 46,31 ribu ton atau 19,72 persen dibandingkan produksi padi di 2024 yang sebanyak 234,86 ribu ton GKG.
Sedangkan produksi beras pada 2025 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 157 ribu ton, mengalami kenaikan sebanyak 25,86 ribu ton atau 19,72 persen dibandingkan produksi beras di 2024 yang sebanyak 131,14 ribu ton.
