Kabupaten Gorontalo (ANTARA) - Bupati Gorontalo Sofyan Puhi membahas program dan kegiatan yang menggunakan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (ABPD) tahun 2025 melalui rapat pimpinan Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
"Visi dan misi bukan sekadar dokumen, tetapi harus menjadi pedoman bagi organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menjalankan program yang terukur dan dievaluasi secara berkala, terutama dalam percepatan program 99 hari kerja," ujar Sofyan di Gorontalo, Selasa.
Ia menegaskan, bahwa rapat pimpinan merupakan langkah awal dalam mewujudkan tiga agenda besar pemerintahan, yakni restorasi Pemerintahan Daerah, restorasi pengelolaan keuangan daerah, serta restorasi Kebijakan daerah.
Menurut dia, bahwa visi dan misi kepala daerah yang telah dicanangkan, harus diterjemahkan dalam kebijakan konkret di setiap OPD, agar program berjalan efektif dan sesuai dengan rencana.
Selain membahas pelaksanaan APBD 2025, Bupati juga menyoroti sejumlah isu strategis yang memerlukan perhatian serius. Salah satunya adalah pengelolaan Pentadio Resort yang dinilai kurang optimal dalam mendukung sektor pariwisata daerah.
Ia menekankan perlunya langkah konkret untuk meningkatkan daya tarik dan pengelolaan kawasan wisata tersebut, agar dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Pentadio Resort itu aset. Kalau kita tidak jaga dengan baik, siapa lagi penjaganya. Yang kedua aset ini harus menjadi salah satu sumber PAD," kata Bupati Gorontalo Sofyan Puhi.
Permasalahan sampah juga menjadi sorotan. Dia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta, dalam menangani permasalahan sampah, agar menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Ia meminta OPD terkait untuk segera menyusun strategi dan langkah efektif dalam pengelolaan sampah yang lebih baik.*