"Struktur jalan sangat rawan dilewati kendaraan besar bermuatan berat, jika ada pengendara memaksa melintas maka akibatnya seperti yang terjadi saat ini, sejak pukul 11.00 Wita, lintas Sulawesi antara Buol, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo ini, mengalami antrean panjang kendaraan dari dua arah," ujar Sadam Salihi, tokoh pemuda, warga Desa Tolite Jaya, di Gorontalo, Sabtu.
Truk yang memaksa melintas terperosok akibat salah satu ban tertanam.
Sangat sulit mengeluarkan ban yang terperosok tersebut, bahkan sudah dibantu oleh puluhan warga tetap tidak dapat membantu mengeluarkan ban yang tertanam mengakibatkan truk terperosok.
"Harus menggunakan alat berat, itu pun harus ekstra hati-hati agar alat berat yang akan menarik truk tidak ikut terperosok," ujar Sadam yang sementara berada di lokasi.
Antrean panjang dari dua arah baik dari Gorontalo ke Buol maupun sebaliknya, tidak terhindari sejak pukul 11.00 Wita.
Warga setempat, secara swadaya memasang batang pohon kelapa untuk membantu kendaraan agar bisa melintas satu persatu, namun hanya pengendara nekad yang berani melintas.
Sementara itu, Kepala Desa Tolite Jaya, Iwan Pakaya mengatakan telah mengerahkan perangkat desa bersama warganya, untuk membantu pengaturan lalu lintas agar kendaraan bisa melintas.
Sistem buka tutup terpaksa dilakukan sebab kondisi jalan semakin mengkhawatirkan dan terus amblas.
Pihaknya berharap penanganan jalan amblas sepanjang 100 meter tersebut agar dipercepat.*
Pewarta: Susanti SakoEditor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.