Kapolda Gorontalo Irjen Pol Angesta Romano Yoyol di Gorontalo, Selasa mengatakan siswa yang telah lulus mulai menjalani pendidikan di SPN Polda Gorontalo.
"Tahun ini jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 200 orang," kata Kapolda.
Pihaknya memprioritaskan rekrutmen putera daerah. "Ada sekitar 80 persen putra asli Gorontalo," katanya.
Kapolda mengatakan dalam proses pendidikan, seluruh siswa yang merupakan putra daerah maupun dari daerah lain, akan menjalani pendidikan selama lima bulan, serta pasti mendapatkan perlakuan yang sama.
"Seluruhnya sama, tidak ada yang dibeda-bedakan. Semuanya kita samakan dan sesuaikan dengan kondisi di sini," kata Kapolda.
Menurutnya, saat ini tuntutan masyarakat kepada polisi terbilang sangat tinggi bahkan terkadang melampaui.
"Kami menilai hal itu lumrah. Sehingga kami benar-benar mendidik dan membekali para siswa dengan ilmu profesi kepolisian," katanya lagi.
Tuntutan yang harus disampaikan ke siswa yaitu, saat ini masyarakat jadi lebih kritis dan semua masyarakat bisa dikatakan sebagai sumber media.
SPN yang dimiliki Polda Gorontalo dapat dikatakan sangat bagus, namun begitu menurutnya masih banyak fasilitas pendidikan di sekolah tersebut yang memerlukan pengembangan sumber daya.
"SPN ini cukup bagus, namun memang masih banyak kekurangan dari sisi fasilitas. Semoga pemerintah daerah bisa membantu dalam hal sumber daya. Kata pak Gubernur, ia bersedia membantu," imbuh Kapolda.***
Pewarta: Susanti Sako/Zulkifli PolimengoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.